7 Hewan Zaman Prasejarah yang Masih Hidup

Diposkan oleh ON THE SPOT : 7 Kejadian Langka dan Spektakuler di Seluruh Dunia on Jumat, 11 Januari 2013


Sejarah terbentuknya planet ini sepertinya tak luput dari makhluk-makhluk jaman prasejarah termasuk hewan yang masih utuh saat ini . Tak percaya? Coba kamu perhatikan fosil-fosil hewan prasejarah yang ada di berbagai museum. Hewan-hewan berukuran besar, bentuk penampilan aneh dan gigi-gigi tajam sepertinya menjadi hal yang wajar di masa purba. Namun yang jadi pertanyaan, apakah hewan-hewan seperti itu masih ada di dunia? Jawabannya adalah iya. Dari jutaan jenis hewan yang hidup di dunia ini, masih ada beberapa yang merupakan hewan peninggalan jaman prasejarah yang bisa bertahan hidup sampai saat ini. Apa saja? Berikut ini 9 Hewan Prasejarah Menakutkan Yang Masih Hidup

1 . Hiu Goblin


Hiu goblin memiliki warna dominan merah muda dengan panjang sampai 11 kaki. Wajahnya yang seram ditambah oleh moncong panjang dengan kemampuan elektrosensitif seperti sekop. Hiu goblin sudah ada semenjak jaman Middle Eocene yang berarti mereka hidup di jaman megalodon. Megalodon adalah hiu putih raksasa seukuran bus yang membuatnya sebagai predator laut terbesar yang pernah ada. Jika megalodon tak mampu bertahan hidup, hiu goblin bisa. Sampai saat ini, tahun 2012, hiu goblin masih bisa ditemukan di beberapa perairan di dunia. Kehadiran mereka dideteksi di kawasan lepas pantai di Jepang.


2. Ikan Pari Raksasa


Apa yang kamu lihat ini bukanlah rekayasa photoshop. Ikan pari raksasa ini berukuran 16 kaki dengan sekitar 15-inch gerigi racun di bagian pantatnya. Ikan pari sungai raksasa ini disebut sudah hidup di jaman Jurassic, sekitar 100 juta tahun lalu. Beberapa sungai di Asia Tenggara seperti sungai-sungai di Thailand, Papua Nugini, Australia, dan tentunya Indonesia (daerah Kalimantan) menjadi bagian endemik ikan super lebar ini. Berminat mencari?


3 . Hiu Frilled


Hiu frilled disebut sudah melintasi lautan bumi selama 95 juta tahun lamanya. Dengan habitat di laut dalam, bukan berarti hiu frilled tidak ingin 'menyapa' manusia di bagian permukaan. Mulut hiu frilled memiliki lebih dari 300 pasang gigi super tajam yang bisa menjebak mangsa. Seakan kurang, mereka juga bisa membuka mulut untuk memakan mangsa yang berukuran sampai 1,5 kali lebih besar dari mereka.


4. Salamander Raksasa China


Hewan gendut ini dianggap sudah bertahan hidup selama 30 juta tahun yang berarti mereka selamat dari spesies beruang raksasa dan hyena sebesar sapi. Untungnya, salamander raksasa China ini adalah satu dari daftar hewan prasejarah yang tidak akan memakan manusia. Salamander raksasa ini merupakan hewan endemik China. Di mana ketika dinosaurus tak bertahan hidup, salamander yang mungkin lucu ini masih ada sampai sekarang.


5. Triops


Apakah julukan keren untuk triops? Jika kamu berpikir udang neraka, maka itu adalah benar. Beberapa orang menduga hewan ini adalah parasit rekayasa genetika yang lulus dari labotarium dalam sebuh film, namun triops adalah sisa jaman kuno yang sudah bertahan hidup sejak periode Triassic, sekitar 200 juta tahun lalu. Dengan daya tahan tubuh super kuat, mereka bahkan bisa ditemukan di saluran air, cobalah mencarinya.


6 . Lamprey


Jika kamu berpikir lamprey hanyalah cacing kecil, maka berpikirlah lagi. Lamprey mampu tumbuh sampai sepanjang 3 meter dan mereka bisa memakan ikan secara ganas dengan menempel di tubuh ikan dengan ratusan gigi kait di mulutnya. Lamprey sudah ada semenjak 360 juta tahun lalu, dan dianggap hewan 'setan'. Hampir di pesisir air tawar di seluruh dunia kini menjadi habitat lamprey dan mereka menjadi wajah bagi ikan lainnya. Negara-negara seperti Finlandia, Korea Selatan, dan Swedia bahkan menjadikan hewan penghisap darah berbentuk cacing-ikan ini sebagai bahan makanan. Berminat mencoba?


7. Komodo


Komodo adalah reptil darat terbesar di dunia. Hewan ini termasuk hewan yang terancam punah karena hewan ini merupakan hewan endemik. Endemik berarti, hewan ini hanya hidup di wilayah tertentu. Komodo hanya hidup di sebuah pulau yang bernama Pulau Komodo, Indonesia. Komodo termasuk jenis hewan karnivora, hewan ini memiliki bentuk lidah yang agak memanjang dan bercabang dua pada ujungnya mirip lidah ular. Penelitian menunjukkan bahwa ujung lidah yang bercabang ini berfungsi untuk “mengecap” makanannya. Hewan ini biasanya membuat sarang di bawah tanah.

Komodo merupakan hewan yang sangat unik karena ia memiliki dua cara untuk bereproduksi. Pertama, dengan cara fertilisasi (pembuahan) diantara komodo jantan dan komodo betina. Cara ini merupakan cara reproduksi seksual. Cara kedua adalah dengan melalui “Parthenogenesis”. Cara ini membuat seekor komodo betina menjadi hamil tanpa melalui proses pembuahan. Akan tetapi, “parthenogenesis” mengakibatkan semua telur yang dilahirkan melalui “parthenogenesis” akan menjadi komodo yang selalu berjenis kelamin jantan. “Parthenogenesis” diperkirakan berfungsi untuk mencegah kepunahan komodo.

Banyak orang mengatakan, komodo adalah kerabat dekat dari dinosaurus. Hal ini dilihat dari ditemukannya fosil-fosil dari jenis dinosaurus tertentu yang menunjukkan kemiripan struktur tubuh dengan komodo. Diperkirakan komodo merupakan salah satu dari berbagai “fosil hidup” dan saksi sejarah atas kepunahan dinosaurus. Jika hal ini benar, kemungkinan besar, sistem reproduksi parthenogenesis inilah yang menyebabkan bertahannya spesies ini dari ancaman kepunahan. Sekarang, jumlah populasi komodo sangat kecil, dan spesies ini telah tercatat sebagai salah satu dari ratusan spesies hewan yang terancam punah.